Lumut (Bryophyta) adalah tumbuhan peralihan antara Thallophyta
(tumbuhan yang belum dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun) dan Cormophyta
(tumbuhan yang sudah sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun).
Tumbuhan lumut adalah tumbuhan
perintis yang dapat hidup di mana saja. Lumut dapat hidup di tempat lembap,
basah, berair, dan biasanya bersifat epifit atau menempel.
Klasifikasi lumut ada 3 jenis,
yaitu:
1. Lumut Daun (Musci)
Lumut daun mempunyai akar rizoid,
batangnya tegak dan bercabang, dan daunnya kecil. Ia berkembang biak dengan
membentuk kuncup di cabang-cabang. Contoh lumut daun antara lain Sphagnum
sp., Funaria, dan Andraea petrophila.
2. Lumut Hati (Hepaticeae)
Tubuh lumut hati terbagi menjadi dua
lobus seperti hati yang disebut talus yang tidak terbentuk menjadi akar,
batang, dan daun. Lumut hati dapat melakukan reproduksi aseksual dengan sel
yang disebut gemma (struktur seperti mangkuk yang terdapat di permukaan
gametofit). Contoh lumut hati, yakni Marchantia polymorpha, Lunularia,
dan Porella.
3. Lumut Tanduk (Anthocerotaceae)
Kloroplas tunggal yang berukuran
lebih besar kebanyakan lumut adalah keistimewaan lumut ini. Sporofitnya
berbentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk pada gametofit. Contoh
lumut tanduk adalah Anthoceros natans dan Anthoceros leavis
Klasifikasi Tumbuhan Paku Pteridophyta
Anggi Putri
| Diperbaharui: 16 February, 2016
Terdapat sekitar 20.000 spesies tumbuhan paku yang sudah dikenali dan
diklasifikasikan. Klasifikasi tumbuhan paku dapat dilakukan berdasarkan, antara
lain sebagai berikut.
Advertisement
- Ada atau tidak adanya daun, serta bentuk dan susunan daunnya.
- Susunan sporangium, jenis, bentuk, dan ukuran sporanya.
- Bentuk, susunan anatomi tubuh, dan lain-lain.
- Tumbuhan paku mempunyai akar, batang, dan daun yang sebenarnya/sejati sehingga disebut tumbuhan berkromus.
- akar dan batangnya (rizoma) terdapat di bawah tanah, daun-daunnya tumbuh ke atas dari rizoma. Tetapi, ada yang batangnya muncul di atas tanah, misalnya Cyathea, Psilotum, dan Alsophyla.
- Ciri khas daun pteridophyta muda adalah menggulung, dan daunnya ada yang kecil (mikrofil), ada pula yang besar (makrofil).
- Mikrofil berbentuk rambut atau sisik, tidak bertangkai, dan tidak bertulang kecuali pada paku kawat dan paku ekor kuda.
- Makrofil sudah bertangkai, bertulang daun, dan memiliki daging daun (mesofil) yang terdapat stomata, jaringan tiang, dan bunga karang.
- Ada pteridophyta yang tidak menghasilkan spora yang disebut tropofil/daun steril. Tropofil berfungsi untuk fotosintesis. Tetapi ada yang menghasilkan spora yang disebut sporofil /daun fertil.
- Spora terdapat di dalam sporangium, ada sel penutupnya yang berdinding tebal dan membentuk cincin yang disebut annulus. Sporangium terkumpul dalam sorus.
- Sorus terletak di helaian daun bagian bawah. Sorus muda terlindungi oleh indusium.
- Apabila dalam keadaan kekeringan, maka annulus mengerut dan sporangium akan pecah. Spora tersebut akan tersebar, bila lingkungannya cocok akan tumbuh menjadi individu baru.
- Bila ada embun yang membeku, maka daun-daunnya akan mati tetapi akar dan batangnya masih hidup, jadi ada kemungkinan untuk hidup kembali.
1. Psilopsida (Paku Purba)
Psilopsida (Yunani, psilos = telanjang) merupakan tumbuhan paku purba (primitif) yang sebagian besar anggotanya sudah punah dan ditemukan sebagai fosil. Tumbuhan ini diduga hidup pada periode antara zaman Silurian dan Devonian. Hanya beberapa spesies yang masih hidup di bumi saat ini, misalnya Psilotum nudum.Ciri-cirinya :
Hidup pada zaman purba.
Tingginya 30 cm – 1 m.
Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Memiliki rizom yang dikelilingi rizoid.
Advertisement
Namun ada beberapa pengecualian terhadap paku-paku purba yang telah memiliki
daun.Ciri-cirinya sebagai berikut :
1. daunnya berukuran kecil dan seperti sisik.
2. batangnya bercabang, berklorofil, dan sudah memiliki pembuluh pengangkut untuk mengangkut air dan garam mineral.
3. sporangium dibentuk di ketiak ruas batang.
4. gametofit tersusun dari sel-sel yang tidak berklorofil.
Paku purba memiliki struktur tubuh yang relatif masih sangat sederhana, dengan tinggi sekitar 30 cm – 1 m. Sporofit (2n) pada umumnya tidak memiliki daun dan akar sejati, tetapi memiliki
rizom yang dikelilingi rizoid. Pada paku purba yang memiliki daun, ukuran daun kecil (mikrofil) dan berbentuk seperti sisik. Batang bercabang-cabang dikotomus, berklorofil, dan sudah memiliki sistem vaskuler (pembuluh) untuk mengangkut air serta garam mineral. Sporangium dibentuk di ketiak ruas batang. Sporangium menghasilkan satu jenis spora dengan bentuk dan ukuran yang sama (homospora). Gametofit (n) tersusun dari sel-sel yang tidak berklorofil sehingga zat organik didapatkan dan simbiosis dengan jamur.
Jenis paku yang termasuk Psilopsida, antara lain Rhynia (paku tidak berdaun) yang telah memfosil. Psilopsida yang saat ini masih hidup di bumi, yaitu Tmesipteris, ditemukan tumbuh di kepulauan Pasifik. Sementara Psilotum tumbuh di daerah tropis dan subtropis.